Office ☎ : 021-29601576
Sales ☎ : 021-82679020 ✆ : 081214208512
Email ✉ : info@deltapuro.com

Sunday, January 12, 2020

Pembuatan Karbon Aktif

Karbon Aktif
Karbon Aktif atau dikenal juga dengan arang aktif merupakan material amorf berkarbon yang memiliki luas permukaan yang besar yang dibangun oleh struktur pori internalnya melalui proses karbonisasi dan aktivasi. Karbon Aktif mengandung 85-95% karbon, dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara di dalam ruangan pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi.

Karbon Aktif berwarna hitam, tidak berbau, tidak berasa dan mempunyai daya serap besar. Karbon Aktif mengalami perlakuan khusus berupa proses aktivasi baik secara fisika maupun secara kimia. Aktivasi tersebut menyebabkan pori-pori yang terdapat pada struktur molekulnya terbuka lebar sehingga daya serapnya akan semakin besar untuk menyerap bahan yang berfase cair maupun berfase gas.

Karbon Aktif adalah suatu bahan padat yang berpori dan merupakan hasil pembakaran dari bahan yang mengandung karbon melalui proses pirolisis. Sebagian dari pori-porinya masih tertutup hidrokarbon, tar, dan senyawa organik lain. Komponennya terdiri dari karbon terikat (fixed carbon), abu, air, nitrogen, dan sulfur.

Karbon Aktif merupakan senyawa karbon amorf yang bersifat hidrofobik, yaitu molekul pada karbon aktif cenderung tidak bisa berinteraksi dengan molekul air. Karbon Aktif memiliki densitas dan tingkat kekerasan yang berbeda-beda terhadap tekanan atau geseran tertentu. Perbedaan densitas dan kekerasan karbon aktif sangat bergantung dari bahan baku dan cara pengaktivannya.

Pembuatan Karbon Aktif

Bahan Karbon Aktif
Karbon Aktif biasanya dibuat dari arang bataok kelapa (tempurung kelapa) atau batubara. Untuk membuat karbon aktif, dapat dilakukan dengan membakar bahan karbon aktif pada tempat yang tertutup rapat, sehingga hanya terjadi proses pirolisis.

Mengolah material menjadi karbon aktif pada prinsipnya dengan membuka pori-pori karbon arang yang awalnya dengan luas 2 m2/g menjadi 300-2000 m2/g sehingga disebut arang aktif. Ada 2 cara mengaktifkan arang menjadi karbon aktif, yaitu dengan menggunakan reaksi oksidasi lemah menggunakan uap air pada suhu 900-1000°C atau dengan cara dehidrasi menggunakan bahan kimia atau garam-garam.
Proses Pembuatan Karbon Aktif

Pembuatan karbon aktif terdiri atas tiga proses yang saling berkelanjutan, yaitu :

Pemilihan Bahan Dasar

Karbon aktif bisa dibuat dari berbagai macam bahan, selama bahan tersebut mengandung unsur karbon. Pemilihan bahan dasar untuk dijadikan karbon aktif harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu unsur anorganik yang rendah, ketersediaan bahan (tidak mahal dan mudah didapat), memiliki daya tahan yang baik, dan mudah untuk diaktivasi.

Karbonisasi

Karbonisasi atau pengarangan adalah suatu proses pemanasan pada suhu tertentu dari bahan-bahan organik dengan jumlah oksigen sangat terbatas, biasanya dilakukan dalam tanur. Tujuan karbonisasi adalah untuk menghilangkan zat-zat yang mudah menguap (volatile matter) yang terkandung pada bahan dasar. Proses ini menyebabkan terjadinya penguraian senyawa organik yang menyusun struktur bahan membentuk air, uap asam asetat, tar-tar, dan hidrokarbon. Material padat yang tinggal setelah karbonisasi adalah karbon dalam bentuk arang dengan poripori yang sempit. Pada saat karbonisasi terjadi beberapa tahap yang meliputi penghilangan air atau dehidrasi, penguapan selulosa, penguapan lignin, dan pemurnian karbon. Pada suhu pemanasan sampai 400°C terjadi penghilangan air, penguapan selulosa, dan penguapan lignin, sedangkan untuk proses pemurnian karbon terjadi pada suhu 500-800°C.

Aktivasi

Aktivasi adalah bagian dalam proses pembuatan karbon aktif yang bertujuan untuk membuka, menambah atau mengembangkan volume pori dan memperbesar diameter pori yang telah terbentuk pada proses karbonisasi. Melalui proses aktivasi karbon aktif akan memiliki daya adsorpsi yang semakin meningkat, karena karbon aktif hasil karbonisasi biasanya masih mengandung zat yang masih menutupi pori-pori permukaan karbon aktif. Pada proses aktivasi karbon aktif akan mengalami perubahan sifat, baik fisika maupun kimia sehingga dapat berpengaruh terhadap daya adsorpsi.

By : PT Deltapuro Indonesia ~ Industrial & Commercial Water Treatment, Filtration Systems, Custom Purification and Components Company

PT Deltapuro Indonesia Pembuatan Karbon Aktif ini dipublish oleh PT Deltapuro Indonesia. Jika ada pertanyaan dan informasi seputar produk dan layanan kami dapat menghubungi kami di 021-29601576, 021-82679020, 081214208512 atau email ke : info@deltapuro.com